16 December 2016

GERAKAN PEDULI PENYANDANG DISABILITAS










Gerakan Peduli Penyandang Disabilitas merupakan sebuah aksi yang dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DIY Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Aksi tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2016 di sepanjang Jalan Mangkubumi Yogyakarta. Saya dan teman-teman melakukan aksi ini untuk mengembalikan hak-hak disabilitas yang terenggut oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Disini kami berkonsentrasi untuk mengembalikan fasilitas pejalan kaki yang seharusnya diperuntukan untuk penyandang tunanetra.
Di sepanjang Jalan Mangkubumi telah tersedia fasilitas trotoar ramah tunanetra, dengan  dipasangnya guiding block. Adanya guiding block akan memudahkan penyandang tunanetra berjalan kaki dengan lebih aman dan nyaman berdampingan dengan pejalan kaki lainnya. Namun, kenyataannya banyak masyarakat yang tidak mengetahui dan acuh tak acuh mengenai fungsi dari guiding block itu sendiri.
Aksi Gerakan Peduli Penyandang Disabilitas dilakukan dengan 3M yakni menyuarakan, memberitahu, dan menghimbau masyarakat yang telah menyalahgunakan fungsi guiding block sepanjang Jalan Mangkubumi,  agar mereka menghormati hak-hak pejalan kaki penyandang tunanetra.
Dengan begitu, diharapkan kedepannya masyarakat akan lebih sensitive dan ikut berkontribusi untuk memperjuangkan hak-hak yang menyangkut penyandang disabilitas khususnya di sepanjang Jalan Mangkubumi Yogyakarta.



 
Trotoar yang seharusnya dipergunakan untuk pejalan kaki dialihfungsikan sebagai lahan parkir, hal ini juga berimbas kepada perampasan hak-hak penyandang disabilitas.

Hampir seluruh bagian trotoar yang diperuntukan untuk pejalan kaki dialihfungsikan sebagai lahan parkir dan lapak jualan. 

Salah satu angkringan di Jalan Mangkubumi yang merampas hak penyandang disabilitas.

Salah seorang masyarakat yang kami wawancarai, bapak tersebut telah mengetahui akan fungsi guiding block tetapi, ia tidak peduli dan membiarkan masyarakat parkir di trotoar ramah disabilitas.

Pemuda Peduli Kesejahteraan Sosial Jogja
Mari Peduli. Mari Berkontribusi !!!


- I Stand For Disability Rights -

RATIH AGIL SAPUTRI

7 comments:

  1. Saya sangat setuju dengan adanya aksi 3 M untuk mengembalikan hak-hak disabilitas. Namun apabila masyarakat hanya menghormati tanpa adanya aksi yang nyata itu tidak akan menciptakan perubahan.Banyak para difabel yang masih mengalami deskriminasi dan kesulitan dalam mendapat fasilitas yang layak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuup, harapkan kedepannya dengan masyarakat menghormati hak-hak penyandang disabilitas, masyarakat akan lebih sensitive dan ikut berkontribusi untuk memperjuangkan hak-hak yang menyangkut penyandang disabilitas :):):) Untuk masalah difabel yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas yang layak dan diskriminasi memang masih banyak,seharunya peran pemerintah dibutuhkan di sini untuk mensosialisasikan hak-hak yang penyangkut penyandang disabilitas.

      Delete
  2. Saya setuju bahwa guiding block di gunakan hanya untuk pejalan kaki khusus tuna netra .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sependapat kak,memang seharusnya guiding block digubakan sebagaimana fungsinya. Namun kenyataan di lapangan masih banyak trotoar ramah disabilitas dialihfungsikan sebagai lahan parkir dan lapak jualan, masalah itu bukan hanya terjadi di Jalan Mangkubumi saja. Diharapkan dengan postingan saya ini, orang-orang yang membaca dapat berkontribusi juga untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas :)

      Delete
  3. Saya sangat setuju kak. Trotoar itu seharusnya dibebaskan dari para pedagang kaki lima dan tidak dipergunakan untuk lahan parkir. Agar para pejalan kaki dapat merasa nyaman

    ReplyDelete
  4. Saya setuju bahwa disabilitas pantas untuk mendapatkan haknya dan sepatutnya didukung dengan gerakan semacam ini yang akan sangat berpengaruh bagi pemenuhan hak-hak disabilitas yang kerap terabaikan

    ReplyDelete

Thanks for your comment :)