28 March 2016

URTIKARIA (BIDURAN)


            Biduran atau urtikaria merupakan penyakit 3D yang timbul dilapisan terluar kulit. Pertama kali saya mengidap penyakit ini pada saat umur 8 tahun, kira-kira saya duduk di kelas 2 sekolah dasar. Penyakit biduran atau bahasa ilmiahnya urtikaria timbul tidak mengenal cuaca, cuaca sedang panas atau dingin pasti muncul di sekujur tubuh :(. Penyakit biduran yang saya alami muncul berperiode, kira-kira muncul 1,5 – 2 tahun sekali dengan masa sakit bentol-bentol selama 6 bulan. Orang-orang biasa menyebut penyakit ini dengan sebutan alergi dingin, padahal disaat matahari terik pun penyakit bentol-bentol juga tetap muncul :D Aneh memang :D
            Penyakit biduran yang saya idap sudah bisa dibilang parah (bagi saya). Selain munculnya tidak mengenal waktu, penyakit ini muncul juga tidak mengenal tempat.  Saya mulai kesal apabila penyakit ini menyerang bagian wajah saya, mata saya bengkak seperti korban KDRT, dan bibir saya bengkak seperti tokoh kartun Suneo. Penyakit biduran ini sudah sangat mengganggu aktivitas saya. Selain itu, rasa gatal dan panas timbul disaat penyakit ini muncul. Semua itu menambah beban saya untuk menghadapi hari dimana penyakit tersebut muncul.
Awalnya saya sangat malu untuk berangkat ke sekolah pada saat penyakit ini hinggap di wajah saya. Tetapi, lama kelamaan teman saya memakluminya dan sangat respect terhadap saya :) Sehingga, disaat saya memiliki wajah korban KDRT, teman-teman saya melihatnya tidak begitu aneh dan selalu memberi spirit agar saya tidak malu untuk keluar dari kelas :D
Berbagai pengobatan sudah saya lakukan mulai dari medis sampai non medis. Periksa ke dokter praktek hanya diberi obat CTM dan bedak gatal (bedak salisil), periksa ke rumah sakit hanya diberi salep gatal. Pengobatan non medis, saya disuruh orang tua saya minum jamu paitan, minum susu dancow, minum susu murni, minum jeli teripang, dan semua itu hasilnya NIHIL :( bahkan obat CTM yang diberikan dokter tidak memberikan efek apapun, efek kantuk pun tidak saya rasakan. Akhirnya, ibu saya tanya kepada temannya yang menjadi dokter dan perawat mengenai obat untuk mengobati penyakit ini, dan mereka mengatakan INTERHISTIN. Setelah saya minum obat tersebut penyakit bentol-bentol  hilang dan muncul kembali 3-5 hari setelah meminum obat. Saya meminum obat tersebut hanya setengah biji, dan itu pun saya minum pada saat situasi yang mendesak. Dari dulu sampai sekarang saya menerapkan pola meminum obat setengah biji. Hal ini dikarenakan obat tersebut sedikit lebih keras dibandingkan dengan obat alergi yang lain.
Semakin bertambah umur penyakit bentol-bentol saya di kulit tidak begitu parah, terakhir penyakit tersebut muncul pada saat bulan puasa tahun lalu. Semoga kedepannya penyakit ini benar-benar bisa sembuh sehingga, kegiatan sehari-hari tidak terganggu lagi seperti yang sebelum-sebelumnya :) Amin…..

Bentol-bentol tapi masih level 1, jadi efek 3Dnya belum begitu terlihat.


No comments:

Post a Comment

Thanks for your comment :)