15 March 2016

UIN SUKA TUKANG DEMO ?

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga merupakan kampus Islam yang terletak di Kota Yogyakarta. Tidak asing lagi bagi telinga masyarakat  Jogja mendengar kampus tukang demo ialah kampus UIN. Label itu “Kampus Tukang Demo” disematkan ke UIN karena memang mahasiswa aktivis sering melakukan demo yang tak jarang mengganggu masyarakat umum maupun masyarakat kampus UIN sendiri.
Saya sendiri di sini merupakan mahasiswi UIN Sunan Kalijaga yang mendalami bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial. Jujur saya merupakan mahasiswa yang kurang aktif di kampus. Bisa dibilang saya mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang). Walaupun begitu, saya cukup peka terhadap aktivitas yang sedang terjadi di dalam kampus. 
Sebelum saya resmi menjadi mahasiswa UIN, kakak saya sudah mewanti-wanti bawasannya kampus UIN sering melakukan demo yang sudah sangat mengganggu pengguna jalan khususnya di simpang tiga UIN. Yakin kamu mau masuk UIN ? saya jawab insyaallah yakin, saya tidak takut demo yang dilakukan mahasiswa, tetapi saya takut dengan materi keagamaan yang akan diajarkan di UIN :D
Setelah saya beberapa bulan menjadi mahasiswa UIN SUKA, demo yang pertama kali saya lihat adalah demo penurunan harga BBM. Demo tersebut dilakukan aktivis dan mahasiswa di simpang tiga UIN. Saat itu situasi sangat mencekam, banyak pendemo yang membawa batu dan kayu untuk melawan para aparat. Selain demo penurunan BBM, terdapat pula demo penurunan UKT yang menimbulkan kerusakan di kantor rektorat dan dilaporkannya 2 mahasiswa UIN (tolong di luruskan apabila terdapat kesalahan informasi). Akhir-akhir ini yang masih sangat hangat ialah demo pengharaman DO bagi mahasiswa, demo yang diwarnai pembakan ban bekas di taman Fakultas Dakwah. Jujur, saya tidak begitu dengar dan faham dengan yang diorasikan pendemo, mungkin dikarenakan halo-halo (megaphone toa) yang digunakan sudah uzur ? :D
Bagi saya, yang menganggu bukan lah aksi demo yang dilakukan aktivis tetapi image yang diciptakan dari aktivitas demo tersebut. Image yang telah melekat di tubuh UIN SUKA sebagai kampus tukang demo. Singkat cerita, pada saat saya membeli peralatan merajut di Jalan Mangkubumi, salah satu pramuniaga menanyakan kepada saya “Kuliah dimana mbak ?” saya jawab “UIN”. Kemudian pramuniaga itu menggapinya lagi dengan berkata “Oooooo kampus yang suka demo itu ya.” Dan saya hanya merespon perkataan pramuniaga tersebut dengan senyum simpul dan diakhiri dengan tertawa :D
Tidak hanya cukup di situ saja, mulai dari teman dan keluarga juga mengatakan bahwa UIN merupakan kampus yang suka demo. Tetapi saya salut dengan para aktivis demo, jika sudah memasuki waktunya ibadah shalat maka demo pun diberhentikan :D maklum dedikasi mahasiswa UIN kepada agama sangat tinggi :) :) untuk urusan ini, saya kasih acungan jempol kepada para aktivis demo.
Saran saya kepada para aktivis demo cuma satu, apabila ingin melakukan demo tolong dilaksanakan dengan cara yang lebih elegan sedikit sehingga tidak mengganggu dan merusak kepentingan umum :):):)
 Salam dari saya Ratih Agil mahasiswi IKS angkatan 2014 :)


No comments:

Post a Comment

Thanks for your comment :)